Artikel Detail

Digitalisasi Sistem Kepabeanan Dorong Keamanan Nasional dan Kelancaran Logistik

Menteri Keuangan menekankan bahwa pemanfaatan teknologi digital dalam sistem kepabeanan memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan negara sekaligus memastikan kelancaran distribusi logistik. Penegasan tersebut disampaikan saat peresmian penggunaan alat pemindai peti kemas berbasis X-Ray yang terintegrasi dengan Radiation Portal Monitor (RPM) oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Pelabuhan Tanjung Priok.


Pengoperasian alat pemindai ini merupakan bagian dari langkah Kementerian Keuangan dalam meningkatkan kualitas pengawasan lalu lintas barang internasional tanpa mengorbankan kecepatan layanan. Teknologi RPM memungkinkan identifikasi dini terhadap bahan berbahaya maupun zat radioaktif secara presisi tanpa perlu membuka kontainer. Dengan demikian, pemeriksaan dapat berlangsung lebih cepat, efisien, dan risiko pelanggaran dapat diminimalkan sejak awal.


Transformasi digital dalam pengawasan kepabeanan kini dipandang sebagai sebuah keharusan. Upaya menjaga kepercayaan publik, meningkatkan daya saing ekonomi nasional, serta menekan praktik penyelundupan hanya dapat dicapai melalui sistem pengawasan yang modern, terintegrasi, dan berbasis teknologi mutakhir.


Selain menghadirkan pemindai peti kemas berteknologi tinggi, Bea dan Cukai juga meluncurkan berbagai inovasi digital berbasis kecerdasan buatan. Salah satunya adalah Self Service Report Mobile (SSR-Mobile) yang terintegrasi dengan aplikasi CEISA 4.0 Mobile. Fitur ini memberi kemudahan bagi pelaku usaha untuk melakukan pelaporan kepabeanan secara mandiri, sehingga proses administrasi menjadi lebih ringkas, transparan, dan akuntabel.


Di sisi lain, Trade AI dikembangkan sebagai alat bantu analisis impor yang lebih komprehensif. Sistem ini dirancang untuk mengidentifikasi indikasi under-invoicing, over-invoicing, hingga potensi tindak pidana pencucian uang melalui perdagangan internasional. Dengan dukungan artificial intelligence, pengawasan impor menjadi lebih tajam dan berbasis analisis data.


Sinergi antara penggunaan pemindai peti kemas canggih dan inovasi digital berbasis AI diharapkan mampu membawa sistem kepabeanan Indonesia ke tahap yang lebih maju. Peningkatan kualitas pengawasan ini harus selaras dengan peningkatan layanan bagi masyarakat dan dunia usaha, sehingga tercipta sistem kepabeanan yang adaptif, cepat, sederhana, dan berintegritas.